Cara posting di wordpress

Pengertian Post dan Page pada WordPress

 

Fitur Post dan Page terdapat pada website yang menggunakan WordPress, baik yang berbayar maupun yang gratis. Saya sengaja menulis artikel ini sekaligus menjawab pertanyaan sedulur netter yang sedang belajar cara membuat web, untuk membedakan kedua fitur tersebut.

Pengertian Post dan Page pada WordPress

Meski keduanya sama-sama berupa halaman yang kita buat, namun post dan page memiliki beberapa perbedaan fungsi. Nah, dalam belajar cara membuat web kali ini sedulur netter akan akan saya ajak untuk memahami perbedaan kedua fitur tersebut.

1. Pengertian Post

Post atau kita biasa menyebutnya posting adalah halaman artikel yang selalu kita update. Jumlahnya akan terus bertambah seiring banyaknya postingan kita, bahkan bisa hingga ratusan atau ribuan halaman. Apalagi untuk website portal, atau berita, post akan diupdate secara kontinyu dan cepat.

Pada Dasboard WordPress, post biasanya terletak disebelah kiri atas. Sedang secara default post  akan muncul di halaman pertama (Home) dan tertata sesuai dengan tanggal posting, yaitu artikel yang diposting atau dipublish terakhir berada pada urutan teratas. Jadi semakain lama isi post ini akan semakin banyak, seiring dengan tingkat keseringan kita melakukan publish artikel atau berita.

Pada WordPress, post ini juga bisa diatur waktu publisnya sesuai moment dan jadual yang kita atur. Semuanya akan disimpan dalam perpustakaan halaman arsip (archives) dalam kelompok bulan. Perpustakaan halaman arsip ini sewaktu-waktu bisa dibuka oleh plugin “Related Post” untuk menampilkan artikel-artikel yang saling memiliki hubungan, yang biasa terlihat pada halaman terakhir artikel dengan keterangan “Related Post”

Post biasanya akan bergandengan dengan kategori atau pengelompokan dari artikel-artikel yang dipublish. Bahkan dapat pula digandeng dengan gambar feature untuk halaman muka.

2. Pengertian Page

Page pada WordPress umumnya digunakan untuk halaman statis yang sangat cocok untuk website yang tidak memerlukan update secara berkala. Misalnya website yang berjualan ebook atau website penjualan lainnya, website profile company dan website affiliate.

Page ini tidak terpengaruh oleh jadual publikasi karena page ini berupa link yang terdapat pada tombol-tombol navigasi dari WordPress. Tombol page ini akan terus muncul di bagian atas website di halaman post manapun. Page ini seolah-olah merupakan kategori atau pengelompokan dari artikel-artikel statis yang kita buat. Dengan begitu dalam belajar cara membuat web, kita bisa membuat page berapapun banyaknya.

Contoh umum tentang page adalah “Abaout Us”, “Contack Me”, “Sitemap”, “FAQ” dan lain-lain.

Page ini bisa dibuat link secara bertingkat atau berdasarkan hierarki. Yaitu berupa page “parent” atau page utama dan page turunannanya atau “child page”. Contoh kasus ini pada website saya www. caramembuatweb . net (tanpa spasi) adalah page “Inilah Saya” sebagai parent yang didalamnya juga memuat, “Hubungi Saya” sebagai turunan atau child page. Hierarki ini bisa dibuat tingkat dua atau tingkat tiga.

Nah, dalam belajar cara membuat web kali ini sedulur netter sudah bisa membedakan fungsi page dan post kan? Coba sedulur netter bayangkan bila nomor kontak dan alamat kontak, yang biasa ada di page “Hubungi Kami” tersebut berada pada fitur post, maka informasi penting bagi clien dan tentunya kita juga sebagai pemilik website tersebut akan hilang, terkubur oleh artikel-artikel update yang terbaru.

Betapa sulitnya customer yang ingin menghubungi kita. Bila itu terjadi, ya..hilanglah peluang kerjasama dengan customer atau pembeli. Bisa-bisa website kita dianggap website penipuan. Sungguh berbahaya!

Oleh karena itu, tempatkanlah keterangan-keterangan penting yang jarang diupdate dalam halaman ‘page’ agar mudah ditemukan dengan cepat oleh customer.

Baik sedulur netter jangan bosan. Ikuti artikel-artikel tips dan trik cara membuat web wordpress berikutnya.

Wassalam

Sudjono AF


Leave a Reply